Kamis, 01 November 2012

#Ungu Bertahan






Bukankah memiliki teman tidur se-keren kamu adalah menyenangkan?


Kalimat ku pendek sambil mencelupkan teh celup berkali-kali ke dalam gelas warna putih tulang favoritmu. Tapi bibir ku bergetar menahan air mata yang hampir tumpah. Aku sengaja berdiri lama di depan meja makan berbentuk lingkaran ini dan membelakangi mu. Pagi ini mungkin salah satu pagi yang kurang cerah untukku dan untuk mu yang masih berdiri di depan cermin koridor rumah.

Cuman itu?

 Kamu sepertinya masih ragu dengan jawaban ku dari pertanyaan awal mu, mengapa aku memepertahankan mu sampai sejauh ini. Dengan handuk yang melingkar di leher, kamu menyentuh bahu ku lembut. Tangan hangat mu melelehkan segala bulir kedinginan yang mulai jatuh di pipi ku. Deru nafasmu terdengar berat, aku tau segalanya memang harus selesai bersamamu, tapi aku tidak mau terlalu membebani pikiran mu.

Paling tidak, dapatkah kau rangkai beberapa alasan yang indah agar aku tetap bertahan?

Merespon pertanyaan mu hanya dengan gelengan. Aku masih mengaduk teh yang sebenarnya lupa aku beri gula. Aku kalut. Aku ingin memepertahankan mu lebih lama bahkan selamanya, tapi hidup lebih berhak untuk mengajak mu kemana saja dan dengan siapa saja yang baru di luar sana.

Pergilah mandi, akan aku selesaikan teh ini dengan menambah gula dan menyaring endapannya. Juga akan ku selesaikan apa yang seharusnya kita selesaikan berdua.

 

Kamis, 1 November 2012, 11:40 ; Bertahanlah untuk mempertahankan yang pantas dipertahankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar