Senin, 20 Agustus 2012

Terakhir


Kemarin lusa, timeline dan recent updates seperti dipenuhi dengan kata 'terakhir'. Puasa terakhir. Dan aku tetap keukeuh untuk menyebutnya sebagai penutupan puasa. Sudah ku bilang, aku tidak suka dengan kata itu!!!

Terakhir itu terkesan pesimis.
Aku...seorang anak tunggal yang -menuurt ramalan Jawa- tidak boleh menikah dengan pria sebagai anak terakhir di keluarganya, sementara kau adalah anak kedua dari dua bersaudara, ini alasan pertama mengapa aku tidak kepincut dengan kata itu. Menjadi seseorang yang di-terakhir-kan dalam hidupnya, sementara kita adalah lakon dari hidup kita masing-masing. Merayakan satu tanggal yang diulang setiap tahunnya untuk dirayakan terakhir kali. Terakhir itu tidak ada yang tau. Sudahlah, jangan menuhankan diri sendiri dengan kata itu!

Hanya di dalam dirimu, aku temukan kata 'terakhir' muncul sebagai oksigen yang menghidupkan pesimis yang mematikan. Karena ketika bersama mu, terakhir itu terkesan optimis.

Mengambil nama terakhir mu untuk diimbuhkan di nama belakang anak kita kelak dengan berusaha menjadikan mu yang terakhir di hidup ku.



Selasa, 21 Agustus 2012, 00:50 ; Akhirnya masih harus kamu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar