Rabu, 28 Maret 2012

Password


Kata kunci... Eum apa ya?
Aku pernah membayangkan ketika aku dapat mengetahui kata kunci -terutama jejaring sosial- milik setiap orang. Pasti menggelikan. Ada yang huruf atau angka diulang berkali-kali. Ada yang tanggal lahir. Ada yang tanggal spesial. Malah, ada juga yang memjadikan nama seseorang sebagai kata kuncinya. Atau salah satu dari kalian ada yang sama sepertiku; terbodohi dengan angka dan huruf yang dikeramatkan sendiri.

Untukku, kata kunci bukan sekedar menekan tuts enam sampai duabelas kali, kalau hanya itu siapapun bisa. Kata kunci bukan sekedar mengetik tanggal lahir yang diketahui banyak orang. Kata kunci bukan sekedar mengetik angka atau huruf berulang-ulang agar tidak mudah lupa. Kata kunci bukan sekedar mengetik nama seseorang, yang jika patah hati, mau tidak mau harus mengganti kata kunci lagi dan lagi.

Kata kunci lebih dari sekedar itu semua. Kata kunci harus ada maknanya agar terpelihara dengan baik di antara otak dan di dalam hati.

Aku memilih huruf dan angka yang ku keramatkan dengan ribuan makna di dalamnya, sebagai kata kunci ku. Dari setiap angka dan huruf itu, sudah pasti, ada tentang kamu yang tersirat di sana. Kamu tersirat! Aku memilih kamu yang ku-tersirat-kan dengan ribuan alasan yang menjadikan mu sebagai kata kunci ku.

Untuk inisial mu, untuk inisial ku juga, untuk tanggal lahir, untuk plat nomor, untuk nomor absen, untuk angka di jam digital. Untuk huruf dan angka yang menyangkut tentang kamu, tentang aku, kita. Terimakasih sudah menjadikan password yang ku buat ini lebih bermakna.




Rabu, 28 Maret 2012, 00:00 ; Mengetik password dengan perasaan campur aduk, selalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar