Selasa, 20 Maret 2012

Akuarium


Akuarium di teras belakang rumah ku. Ibu mengisi dengan ikan-ikan kecil. Kata penjualnya, yang oranye itu betina, yang hitam keabuan itu jantan. Aku dan Ibu membelinya di pasar tradisional akhir tahun kemarin. Sengaja atau tidak, penjual tepat memberi 25 ekor betina dan 25 ekor jantan lalu di masukkan ke dalam plastik, mungkin ini sudah jodoh. Tapi jodoh bukan di tangan penjual ikan, mungkin dia hanya perantara Tuhan.

Ibu merawatnya dari sore hingga bertemu sore lagi. Dengan sabar membersihkan air akuarium yang menghijau dalam waktu yang relatif singkat, sengaja, Ibu tidak memberi alat oksigen untuk sirkulasi, katanya pendek, "Ini hidup, Ung." Mungkin maksudnya tentang perjuangan hidup.

Perjuangan hidup. Awalnya aku berpikir, bagaimana mau memperjuangkan hidup jika Ibu terus mengurung ikan-ikan itu di dalam kotak kaca 1x1 meter itu. Memang, Ibu rawat mereka dengan benar, tapi di satu sisi, mereka butuh berenang bebas di air yang tidak terbatas, melewati serunya berburu makan, menyaksikan sinar matahari sampai tetesan hujan langsung dari bawah permukaan laut. Mereka tidak ingin dipelihara di akuarium.

Aku juga begitu, sebuah malam di awal tahun ini, kami, antara aku dan Ibu sempat berdiskusi di bangku rotan teras belakang dekat dengan akuarium yang airnya sudah menghijau itu. Aku harus ke luar kota, menempuh ilmu di sana, aku harus belajar mandiri, aku harus...harus melakukan apa yang selama ini belum tentu aku lakukan di rumah. Enam sampai tujuh alasan panjang aku ungkapkan dengan suara meninggi. Namun, beliau tetap keukeuh dengan pendapatnya bahwa tidak ada tempat yang lebih indah daripada rumah sendiri.

Aku dan ikan-ikan kecil di dalam akuarium. Kami sama-sama belum ada kesempatan untuk menjelajah keluar, tapi tidak masalah, karena sekarang aku paham betul maksud Ibu malam itu.
Ibu, terimakasih sudah menjadi lebih transparan daripada kaca akuarium untuk ikan-ikan yang butuh dipelihara dengan hati. Terimakasih juga, sudah menjadi rumah yang bukan sekedar bangunan untuk saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar