Rabu, 26 Oktober 2011

Mendadak


Saya sedang suka melamun lama di sudut kamar tepat di samping jendela sambil mendengarkan semua lagu Kahitna dan Chrisye. Jendela masih saya buka sebagian, karena siang jelang sore kali ini matahari masih cukup terik. Tidak ada mendung, angin, apalagi gerimis. Namun mendadak hujan datang keroyokan. Jendela semakin saya buka lebar. Seperti biasa, saya memainkan tangan di tetesan hujan. Saya ambil nafas dalam untuk menghirup petrichor. Saya saksikan ribuan hujan yang kali ini jatuh dengan cukup ragu -tidak semantap hati saya yang mendadak jatuh cinta padamu.

Mendadak saya ingat kamu dan tulisan-tulisan saya beberapa waktu lalu yang terlalu meng'elu-elu'kan dirimu. Ingin tertawa malu, sembunyi saja. Takut hujan tau bahwa mendadak saya butuh kamu di sini. Mendadak saya menyerngitkan dahi dan sedikit berfikir tentang banyak pertanyaan. Tidak ada jawaban. Mendadak saya ingat lagi, bahwa jawaban dan alasan seutuhnya ada di kamu.

Seperti hujan, yang awalnya saya pikir kamu mudah ditebak namun justru serba mendadak. Mendadak begini. Mendadak begitu. Mendadak saya tertarik untuk tau tentang kamu lebih dalam. Mari bersama saya mengahapus kelam yang mendadak datang dan susah hilang.



Kamar Ungu. Sabtu, 22 Oktober 2011, 15:08 ; Hidupkan bluetooth di handphone mu, akan saya kirimkan lagu-lagu favorit saya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar