Sabtu, 01 Oktober 2011

Lagi...




Semalam, saya buka sebuah akun twitter yang dulu sempat menjadi kebutuhan saya. Saya buka lagi. Saya scroll hingga ujung paling bawah. Hingga tweet pertama mu sekitar awal tahun ini. Saya suka membacanya, saya nikmati di setiap kata hingga kalimatnya, atau sekedar tanda baca dan emoticon-emoticon lucu yang menggambarkan suasana hatimu benar-benar tak ingin saya lewatkan. Sebenarnya, kalau dipikir-pikir memang tak ada gunanya dengan hanya membaca "Mandi dulu yeee" atau "Jangan telat lagi ah" lalu juga "Begadang lagi yo!". Namun yang saya tau, terkadang cinta di luar batas pikiran manusia.

Tulisan mu memang tak pernah seindah penulis-penulis di luar sana. Namun, justru saya kerasan. Seperti ada banyak tangan yang menggenggam tangan saya ini lalu menahannya agar saya tidak perlu kemana-kemana lalu mencoba memeluk saya dari belakang tetap dengan usaha untuk menahan lalu saya...jatuh cinta lagi...

Rasanya memang beda jauh dari sembilan bulan yang lalu. Dulu yang hanya bergetar, sekarang lebih ke arah 'nyeri' yang awalnya saya pikir semacam sesak nafas yang menyumbat dada. Kedua tangan tidak hanya mendingin, namun mendadak kaku. Dahi juga ekor mata ikut berkeringat bersamaan. Dulu sembari membaca tulisan hatimu itu, saya sering juga menikmati teh dan camilan manis, namun kini sudah tidak ada waktu, saya hanya memfokuskan segalanya kepadamu. Lalu, dulu, saking penasarannya saya dengan cerita-cerita mu selanjutnya, sampai saya tergesa membacanya, tidak dengan sekarang, karena saya tidak ingin ada satupun yang terlewat. Dilewati itu tidak enak.

Ya, begitu terus. Hingga akhirnya, tiga bulan pertama di awal tahun ini saya jatuh cinta. Lalu tiga bulan selanjutnya saya paksakan untuk menghapus inspirasi yang pernah ada. Namun, tiga bulan belakangan ini saya rancu. Hingga semalam, tepat tadi malam, saya mantapkan lagi untuk, ehem, jatuh cinta lagi...dengan kamu.

Tolong, jangan buat tiga bulan terakhir saya sebagai penutup tahun menjadi tak karuan. Jangan buat saya trauma dengan angka tiga seperti saya yang sempat trauma dengan hari ke-tiga di setiap minggunya. Ngomong-ngomong, berkali saya perhatikan dengan seksama, ternyata belum saya temukan satupun 'obrolan' kita. Mungkin lebih tepatnya tidak ada. Karena kamu tidak pernah mencoba untuk membuka, sekalipun kamu yang menutup.



Teras Belakang. Rabu, 28 September 2011, 22:47 ; Masih meringis mengumpulkan nyali dan menahan nyeri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar