Jumat, 23 September 2011

Hati


Pelan-pelan aku menyelusup masuk ke dalam hati. Yang dulu aku sangat takut, kini mulai kuberanikan kembali. Karena aku bosan berada di posisi ‘Hambar’; titik di mana aku sedang tidak jatuh cinta apalagi path hati. Pelan, sangat pelan, aku menuju ke dalam hati, degup kaki ku juga tak terdengar dengan harapan segalanya yang tertidur dan asyik bermimpi tidak lagi terbangun untuk kenyataan yang jarang berpihak kepadanya. Berbekal sebuah kunci. Kunci yang dulu kau tanyakan namun aku berbohong berkata hilang, sebenarnya masih ada, masih ku simpan di labirin rahasia, yang ketika aku mencarinya, aku sempat tersesat di sana. Bukannya aku sengaja membuat mu geram, namun waktu itu aku benar-benar ingin menguncimu di dalam hati dan membuatkan mu rumah di sana, yang berseblahan dengan rumah baru Tuhan yang tidak lagi di masjid ataupun gereja; di dalam hatiku.

Akibatnya?

Kau memaksakan keluar, mendobrak pintu hati tanpa kunci. Hati ku rubuh. Untungnya kemarau belakangan ini, dengan ngos-ngosan, aku dibantu Tuhan membenahi segalanya yang dulu pernah rusak, agar di musim hujan berikutnya aku dapat memboyong mu lagi untuk masuk ke hati yang sudah siap huni.

Aku janji, sepenuhnya aku berjanji. Kelak, jika kau mau masuk ke ‘rumah’ itu lagi, akan ku berikan kunci aslinya ini untukmu. Agar kau tetap bisa merasa bebas, karena aku pikir, untuk apa memiliki seseorang yang raganya bersama ku namun hati dan pikirannya entah di mana dan bersama siapa. Menurutku, itu yang namanya kekalahan. Sebenarnya bukan sesuatu yang jauh dan tak dapat dicapai sekalipun berusaha, namun yang di genggam ternyata pergi diam-diam.

Oh iya, sepertinya kau tidak perlu takut. Waktu itu Tuhan tidak marah ketika kau tinggalkan sendiri di dalam hati, malah, senja selanjutnya Ia mengajakmu menikmati kopi bersama. Itu pesan-Nya untuk mu yang dititipkan kepadaku di sertai beberapa penutup sebelum Ia menutup selimutnya di malam musim hujan ini, kata-Nya “Bawalah lagi, menjadi ‘tetangga’-Ku kembali, di dalam hati, asal dia sejati.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar