Selasa, 19 Juli 2011

Hambar



Saya suka berada di sebuah titik di mana saya tidak sedang jatuh cinta apalagi patah hati.

Ini titik paling hambar di hidup saya selama ini. Baru sekarang ini. Baru kali ini semenjak belakangan ini. Ini semua tentang perasaan saya baru-baru saja ini. Memang tidak mudah di jabarkan bagaimana rasanya. Mungkin ini yang namanya ‘hambar’. Ya, hambar. Seperti aroma air mineral yang saya hirup sebelum saya meminumnya setiap pagi. Seperti rasa makanan sehari-hari nenek saya yang jauh dari kata lezat. Seperti saat saya terpaku di bawah AC atau di depan kipas angina terlalu lama. Seperti berpanas-panasan mencari vitamin E saat upacara di lapangan bola sekolah saya. Seperti rasa kopi yang dimasak Bapak dengan garam.

Hambar di hati saya memang bukan itu semua, namun tidak jauh beda. Yang saya tau saat ini, saya sedang tidak jatuh cinta apalagi patah hati. Saya memang merasakan hambar, namun bahagia, dan tidak merasakan rasa hambar yang menyiksa. Padahal di hari-hari saya kini sudah benar-benar tidak ada hujan bunga. Padahal hati saya sudah tidak lagi merah jambu. Padahal kupu-kupu sudah malas menari di dalam dada. Padahal pagi hari terasa mendung. Padahal segalanya sudah tak senikmat ketika jatuh cinta dulu. Lalu saya juga tidak lagi uring-uringan, mencurahkan isi hati dengan cicak, menangis bawah bantal, iri dengan hujan yang tidak perhah sendiri. Tidak, saya sudah tidak seperti orang yang sedang patah hati, walaupun sakit namun, jujur, saya tertantang untuk melaluinya, ya seru begitu.

Justru kali ini saya tidak merasakan apa-apa. Tidak senang tidak sedih. Tidak terpuruk tidak melambung tinggi. Yang jelas, saya suka berada di titik ini. Saya seperti hujan yang bebas bermain kapan saja, dengan siapa saja, di mana saja, juga kapan saja, ketika Tuhan ketiduran. Hujan tidak perlu takut pulang terlambat atau sembunyi-sembunyi dari Tuhan mengambil deadline matahri untuk bermain.

Ah, yang saya bingungkan sekarang, bagaimana menjaga hati saya agar tetap di posisi ini sepanjang yang saya butuhkan. Karena saya tidak ingin terburu-buru patah hati ataupun terlambat jatuh cinta.