Senin, 13 Juni 2011

Reflek


Reflek, refleksi dari hidup yang terkadang menuntun mu diam diam memasuki sudut rahasia yang tak pernah pura pura.

Beberapa minggu yang lalu saya mendapat kurang lebih 4 sampai 5 pesan pendek dari pengirim yang berbeda. Isinya kurang lebih seperti ini:

" Pejamkan mata mu, sebutkan nama seseorang yang paling kamu sayang, sebut namanya perlahan, sambil berdoa kepada Tuhan; semoga dia juga mencintaiku dan malam ini aku diberi kesempatan memasuki mimpinya. (Kirim ke 13 orang teman mu dan tunggu keajaiban yang akan datang, jangan diremehkan) "

Bodoh! Sampai sekarang saya masih belum yakin jika saya benar-benar menyebarkannya ke 13 nomor yang ada di handphone saya. Masih belum yakin bahwa saya melakukan hal yang sebelumnya saya anggap 'freak'. Masih belum yakin saya percaya sekaligus takut dengan beberapa potong kata ancaman yang terdapat di akhir. Yang saya yakin, satu satunya yang saya paling yakin adalah tiba tiba saya memejamkan mata, lalu menyebut nama mu perlahan, dan berdoa sedikit dengan Tuhan, sama seperti anjuran pesan pendek itu; reflek.

Ya, saya reflek.

Reflek, refleksi dari hidup yang terkadang menuntun mu diam diam memasuki sudut rahasia yang tak pernah pura pura. Mungkin malam itu ketika saya membaca pesan pendek, reflek sedang duduk disamping saya, lalu sedang mood untuk menuntun saya ke sebuah tempat yang saya tidak tau apa ataupun dimana. Seingat saya, saya belum pernah mengunjungi tempat itu, khususnya sudut yang paling rahasia di tempat itu. Mungkin selama ini saya memang belum belum pernah se'reflek' ini. Saya belum pernah mengunjungi sudut paling rahasia di dalam hati saya. Karena belakangan dan sebelumnya juga saya selalu berpura-pura, terlalu gengsi, terlalu malu untuk mengenalkan air-air mata saya kepada dunia. Intinya agar saya tidak kecewa...lagi.

Diam-diam, reflek membantu saya untuk jujur. Kalau tidak reflek mana saya tau apa yang sebenarnya. Sayapun kalau tidak reflek juga tidak tau apakah benar benar ada yang spesial untukmu di dalam sudut paling rahasia. Namun sekarang saya sudah yakin. Tentang reflek yang tidak pernah pura pura. Semoga kamu juga banyak reflek untuk saya. Karena kalau tidak dibantu dengan reflek, kita berdua tidak akan berusaha mengerti yang sebenarnya. Atau mungkin memang hanya reflek yang mempunyai peta untuk menuju ke sebuah sudut paling rahasia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar