Senin, 13 Juni 2011

Hati Membanting Tulang


Kau pasti lebih tidak tau tentang aku dibandingkan cicak cicak itu. Tidak tau tentang ada apa di hari Rabu, tentang mengapa aku hanya fokus di satu warna kutek saja, tentang keinginan ku untuk lebaran, tentang usaha ku agar tidak lagi peka, kebersediaan menunggu, mencoret-coret sepuluh kuku ku seperti orang gila, tentang gengsi. Dan masih banyak lagi yang kau belum tau dan juga yang kamu belum berusaha untuk tau. Salah satunya, tentang hati ku. Itu lho hati ku yang merah jambu, yang sebagai dompet untuk menyimpan ribuan maaf walaupun setiap saatnya harus aku jadikan kado untuk mu yang tidak pernah kau sadari.

Hati ku itu wanita. Kemayu sekali. Dia sedang belajar pakai mascara dan eyeliner yang benar. Suka pakai blush-on warna oranye di sekitar tulang pipinya. Bibir segarnya justru ditutup lipstick coklat pucat. Apalagi eyeshadow-nya yang tidak kalah mencolok dari kutek-kuteknya. Ah dasar hati. Mungkin hati sedang mencari hobi sekaligus hiburan baru daripada penat melulu mengurusi hatinya hati. Hatiku jarang sekali piknik. Dia selalu bekerja, bekerja, dan bekerja.

Hatiku membanting tulang.

Tidak tau bekerja apa ataupun untuk siapa. Yang aku tau, dia sering memeras keringat, oh atau jangan-jangan hatiku mengeluarkan air mata. Hatiku itu mandiri, tidak pernah dipermasalahkan ketika dia sedang berdua atau sendiri. Dia juga tidak pernah berhenti ditengah jalan ketika harapan-harapannya berhenti ditengah jalan. Tersenyum ketika air mata memojokkannya. Menghidupkan hidup ditengah semangatnya yang harus mati. Bersabar ketika jarum jam memaksanya tergesa. Tidak memperdulikan pujaannya ketika sedang mengejar dunia dengan wanita lain. Hatiku tidak punya bekal apa-apa, karena ini hidup sesungguhnya, bukan piknik yang sudah direncanakan sedetail-detailnya. Hatiku hanya sedang membanting tulang untuk hatinya agar sekeras tulang.

Besok, suatu saat nanti aku juga akan bekerja keras membanting tulang seperti hatiku. Tidak peduli berdua atau sendiri, kalau bisa berdua. Aku akan merubah semuanya. Terutama hidupku yang hitam pekat agar tampak cerah seputih putih-tulang. Siapa tau ada seseorang yang mau membantuku mewarnai hidupku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar