Sabtu, 14 Mei 2011

Surat Kaleng #13 untuk B!


B! Selamat siang bolong ya. Hihi

Ini surat kaleng ke-13 untuk mu, B!. Banyak yang mengira angka 13 adalah angka sial, angka setan, atau angka buruk lainnya. Namun tidak tau kenapa ada saja yang membuatku kepincut dengan angka 13. Mungkin karena 13 adalah bilangan prima yang tidak bisa dibagi, begitu juga aku harap cinta kita dari dulu hingga sekarang seperti angka 13 yang tidak terbagi. Mungkin karena setiap pukul 13.00 ada FTV favoritku. Mungkin karena tanggal lahir kita jika dijumlahkan hasilnya adalah 13. Mungkin karena jumlah digit namamu ada 13. Atau jangan jangan karena 1 dan 3, jika digabung akan membentuk huruf B, yah huruf B inisial dari nama mu.

Sedikit banyak aku pernah menceritakan awal kita bertemu di postingan ku yang berjudul 'Cinta Pertama' dan 'Cara Pedekate' serta 'By You'. Kalau tidak salah siang bolong pukul 13.00 sepulang sekolah dulu adalah waktu dimana kita sering kali berkencan, biasanya di hari Sabtu, dimana sekolah kita yang berbeda sama-sama pulang lebih awal daripada hari-hari efektif lainnya. Jalan kaki kesana kemari untuk sebuah warung makan tenda yang tidak terlalu menguras kantong anak SMP. B! aku kangen sekali dengan masa masa itu. Kita bahagia sekali rasanya. Karena waktu itu kita adalah tipe orang yang cukup pandai bersyukur juga belum berbekal image yang musti dijaga. B! berkali-kali aku jatuh cinta dan sempat dua kali menjalin hubungan dengan pria lain setelah selesai dengan mu, tapi kamu tau hasilnya apa? Nihil. Karena tidak ada yang benar-benar seperti kamu. Memang aku ya seperti ini, kalau sudah suka dengan sesuatu, enggan untuk berganti tipe.

Untukku, kamu itu tipe yang berhasil buat aku memendam kangen hampir 4 tahun. Sukses sekali kamu, B!. Jujur, masih terbayang kuku kuku tangan mu yang sesekali kamu gigiti. Kalau menulis, kamu masih dengan huruf latin yang besar-besar. Jerawatmu yang terkadang memerah sampai tidak terlihat karena kulitmu yang terlalu hitam. Sepatu, tas, tempat pensil, jaket, semuanya hitam. Rambut tipismu, kepala petakmu. Aku kangen, rindu, mau lagi melihat semuanya yang ada di kamu setiap hari seperti sepasang anak SMP yang takut berdosa membohongi tulusnya cinta pertama; kita; aku dan kamu, B!.

Mungkin surat kaleng ini cukup membantu ku untuk menyampaikan banyak tentang mu. Dari bahagianya dulu, bagaimana rindu yang menggebu sekarang, sampai gengsi yang rajin sandaran di bahu kita masing-masing sambil berbisik agar kita terus diam begini. B! aku ingin coba menyapa, atau minimal sekedar senyum tapi ya itu, aku gengsi. Mungkin lebih tepatnya aku takut kalau kamu tidak meresponnya. Aku malu kalau matahari terik akan tau bahwa aku masih butuh kamu, kalau hujan akan tau bahwa aku rindu kamu, kalau malam akan tau bahwa aku lebih dari sekedar kepincut dengan mu.

Sudah ya, aku tidak tau harus mengetik apa lagi. Ideku habis. Aku hanya ingin menangis. Meringkuk di kasur. Menghabiskan waktu dikamar. Mencoret-coret kisi-kisi jendela dengan spidol warna ungu tentang perasaan ku. Menunggu hujan. Melakukan apa saja yang tidak terlalu berguna. Yang jelas-jelas tidak bisa membuat perubahan ke arah yang lebih baik untuk kita, B!

Terimakasih ya B! karena kamu pernah, sedang, dan akan terus membuat ku memendam rindu yang menggebu setiap kali aku melihat angka 13.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar