Sabtu, 21 Mei 2011

Korban


Para korban, mari membuat diri menjadi lebih kuat daripada tersangka!

Saya korban. Bukan yang setiap siang bolong disiarkan di televisi, bukan yang hartanya hilang, bukan yang dilecehkan, bukan yang perlu dikasihani di meja hijau. Saya bukan mereka. Baiklah jika kami sama sama disebut korban. Mungkin mereka lebih sakit daripada saya. Namun yang namanya masalah itu relatif. Sah sah saja jika saya menyebutkan bahwa masalah saya yang paling berat, saya lebih menderita daripada mereka. Hey, ternyata saya juga lebih kuat daripada mereka yang membutuhkan pengacara, meja hijau, kepolisian, dan berbagai macam aparat penegak hukum lainnya. Karena saya bukan korban perampokan, bukan korban pelecehan seksual, bukan korban tabrak lari, bukan korban pembunuhan. Sepele, saya hanya korban cinta.

Korban cinta. Memang kedengarannya sepele dan hanya layak diperbincangkan oleh remaja labil seperti saya dan teman-teman dekat saya. Apakah sudah banyak yang tau bahwa para korban cinta, termasuk saya, secara tidak langsung merangkap menjadi korban-korban yang lain. Saya korban cinta; waktu milik saya dirampok, penjelasan saya dilecehkan, logika saya di tinggal lari, hati saya dibunuh. Bagaimana pun saya tidak butuh aparat penegak hukum untuk menyelesaikan masalah saya yang satu ini ataupun menuntut tersangka dengan berbagai ancaman dan umpatan.

Dasar tersangka! Tersangka cinta. Ha-ha. Kali ini justri terdengar ganjil. Tersangka cinta yang membuat para korban tidak karuan. Belum jelas apa motif mereka sampai tega begitu. Mencuri, membunuh, dan berbagai hal keji yang mereka lakukan sampai saat ini pun mereka belum menyadarinya. Mereka masih menikmati hidup diantara korban yang hampir mati, tertawa diatas air mata para korban, dan yang paling tragis adalah mereka memiliki kekasih baru di hadapan para korban yang senantiasa lajang menunggu para tersangka kembali mengulang keindahan yang sempat dilewati bersama. Kalau dibilang seperti ganjil, ya memang ganjil, seperti otak para tersangka cinta. Hidup tersangka cinta yang tidak pernah genap; waktu yang ganjil, hidup yang ganjil, bahkan hatinya pun ganjil, hanya satu.

Para korban cinta, mari membuat diri menjadi lebih kuat daripada tersangka! Kalau perlu kita balikkan keadaannya, kitalah yang menjadi tersangka atas para tersangka yang mulai jatuh menjadi korban. Tidak apa-apa jangan khawatir. Roda itu berputar, adakalanya kita dibawah terinjak, kini saatnya kita diatas menginjak. Pssssttt saranku, ketika kau benar-benar berada di titik teratas, rodanya coba kau kempeskan saja agar tidak dapat berputar, dan kau tidak akan mungkin untuk berputar dan berada diposisi terinjak lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar