Selasa, 12 April 2011

Surat Kaleng #9 untuk Frau


Hai, Frau. Bagaimana kabar mu? Apakah masih memproduksi mesin penenun hujan? Oh iya, mesih penenun hujan mu yang lalu aku pinjam sudah ku kembalikan kan? Aku hanya ingin memastikan bahwa tidak rusak setelah aku pinjam. Frau, kamu sudah pulang dari luar angkasa belum? Bagaimana bercinta disana? Seru ya? Wah aku jadi ingin mencoba. Frau, apa kamu juga sempat merasakan marahan seperti rat and cat? Seperti tom and jerry begitu? Kamu marahan dengan siapa sih? Dengan sahabat mu ya? Sudahlah Frau lebih baik kamu mulai untuk glow semacam bersinar begitu atau juga bisa menjadi seolah-olah kuat dengan menyebut dirimu 'I'm a sir' daripada terus-terusan menyalahkan dirimu sendiri tentang masalah mu dan sahabatmu sampai kalian marahan seperti ini hingga sekarang.

Ngomong-ngomong tentang Frau, aku jadi ingat siang itu pertama kalinya aku kepincut tentang sesuatu yang ada pada Frau. Aku harus meminta tolong dengan dia untuk mencarikan album Starlit Carousel milik Frau yang memang cukup sulit mencarinya. Waktu itu aku sedang di luar kota, dan sepertinya cuma dia yang mau menolong ku tentang hal itu. Sorenya aku jingkrakkan gembira karena dia mengabari ku lewat pesan pendek bahwa sudah medapatkan album itu untukku, waktu itu aku benar-benar tidak sabar menunggu hari esok untuk bertemu dengannya, untuk sesegera mungkin mendapatkan album itu ditangan ku.

Wah, Frau, aku jadi iri dengan mu. Kalau tidak salah siang itu hujan. Ceritakan sedikit dengan ku, bagaimana rasanya di genggam erat oleh tangannya? Bagaimana rasanya dipinjami jaket agar kamu tidak kehujanan? Bagaimana rasanya membonceng dia? Apakah kamu juga memeluk perut buncitnya ketika dia ngebut? Waktu itu kamu di lindungi dibalik jaketnya atau dimasukkan ke dalam tas nya sih? Lalu bagaimana rasanya dijaga baik-baik malamnya? Aku tau pasti kamu sedih ketika dia ada untuk mu terakhir kali, waktu dia harus menyerahkan mu untukku di pagi itu. Itu terakhir kalinya dia menggenggam mu kan, Frau?

Frau, kita kebalikan ya. Waktu itu, ketika kamu sedih karena dia melepas mu justru aku sedang puncak-puncaknya berbahagia dalam hari-hariku bersamanya. Indah sekali waktu waktu itu, aku tidak akan banyak cerita disini karena mungkin sedikit banyak kamu sudah tau. Bukannya aku malas mengetik, aku hanya malas mengingat-ingatnya kembali. Nah sekarang ketika perasaan mu mulai membaik dan bisa beradaptasi setelah dulu dia sempat melepasmu, justru aku yang sekarang tidak karuan begini perasaannya.

Frau, kita memang kebalikan. Namun aku yakin kita tidak jauh beda karena kita sama-sama wanita. Aku doakan dari sini, untuk Frau yang di Jogja, tempat dia pujaan hatiku biasa melepas penat, semoga Frau cepat-cepat mengeluarkan album baru lagi agar aku dapat meminta tolong dia untuk mencarikan album itu untukku. Dan aku janji, aku tidak akan cemburu kalaupun album itu harus dia simpan, dia jaga, harus dia peluk erat.

Buat apa juga cemburu, bukannya dia seperti itu agar albumnya Frau tidak rusak? Iya kan? Dan aku bangga, dia sosok laki-laki remaja yang sangat bertanggung jawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar