Kamis, 10 Maret 2011

Marahan


Diawal tahun saya sempat membaca di sebuah majalah mingguan kalau shio saya tahun ini akan membuat kebodohan besar sehingga membuat orang-orang disekitar kecewa bahkan marah dengan saya.

Juga beberapa malam yang lalu seperti biasa saya selalu mendengarkan 89,40 FM kalau memang tidak bisa tidur, waktu itu sudah sekitar pukul 23.45. Malam itu penyiarnya akan membahas topik 'Bagaimana kalau kamu lagi marahan sama orang yang kamu sayang?' Cukup banyak juga jawaban-jawaban yang masuk. Dari sekedar diajak bercanda agar tidak marah, digelitik, diajak makan, dan itu semua tidak ada yang cukup menyentuh hati saya, karena saya pikir mana mungkin kita bisa marahan. Kita kan saling melengkapi, saling memahami, dan kita yang tidak pernah absen bercanda membuat semuanya ringan-ringan saja.

Sekarang saya jawab, mungkin saja kita bisa marahan. Karena kenyataannya kita memang sedang marahan. Saya tidak tau letak kesalahan saya dimana, yang jelas selentingan bilang kau kesal dengan saya lalu tingkah lakumu menjadi berubah sejak tempo hari dan gobloknya saya menyadari semuanya ketika sudah terlambat begini. Kau sudah terlanjur marah.

Tolong jelaskan nanti saya dengarkan. Saya salah apa. Kalau memang kau tidak suka dengan kata-kata atau bercandaan saya tempo hari tolong maafkan. Luruskan semuanya. Agar saya tidak terjepit di persimpangan jalan begini. Saya bingung, mau meminta maaf langsung dengan mu tetapi saya tidak tau harus meminta maaf tentang apa, kata-katanya bagaimana saja saya tidak tau, saya tidak tau saya salah apa. Kalau tidak meminta maaf, saya tidak tahan berlama-lama diam begini terus dengan mu.

Serius, ini tidak sedatar masalah-masalah di FTV yang sering saya nikmati, ini lebih rumit. Saya yang keterlaluan atau kau yang labil, saya tidak tau. Saya tidak tau apa-apa. Yang saya tau marahan itu tidak enak.

I want you to fight for me, not fight with me!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar