Rabu, 23 Maret 2011

Kutek

Sedang mencoba fokus pada satu warna kutek saja, tidak mau gonta-ganti terlalu cepat karena pada akhirnya hanya akan sia-sia saja.

Biasanya aku suka gonta-ganti dalam memakai kutek. Aku sesuaikan dengan bando, ikat rambut, jepit, sapu tangan, sampai underwear. Biar lucu. Biar menarik. Biar tidak bosan. Tapi kok lama-lama kuku ku jadi banyak yang rusak garagara gonta-ganti warna kutek setiap hati seperti itu ya. Kalau aku teruskan, bukannya kuku ku semakin indah justru kuku ku mungkin akan lepas dari ujung jariku, karena kuku kuku itu sudah benar-benar rapuh, serius.

Aku juga sedang ingin fokus kepada satu orang saja. Tidak keroyokan seperti sebelumnya. Menurutku semakin banyak pilihan maka semakin banyak juga setan yang mengasut sana menghasut sini, setan yang sok bijaksana-bijaksini. Aku hanya tidak ingin keburu rapuh. Aku bosan berhenti ditengah jalan lalu kembali lagi ke awal lalu berjalan lalu berhenti ditengah jalan lalu kembali lagi ke awal, begitu melulu.

Mungkin seiring berjalannya waktu. Seiring kuku ku yang mulai mengelupas, aku akan sadar. Gonta-ganti kutek hanyalah melalukakn hal sepele tanpa berfikir panjang untuk sesuatu yang lebih penting. Juga, sesuatu yang hanya satu bukan berarti membosankan justru terkadang dapat memberi hal lebih kepada yang lain.

Kutek kutek ku, aku akan meninggalkan mu sesegera mungkin yang aku bisa. Agar kuku ku tidak lagi rapuh, agar aku dapat fokus terhadap satu warna kutek saja yang sekiranya bermanfaat untuk hidupku, agar kesananya menjadi lebih berarti.

Kalau untuk kutek yang lain, mungkin kita bisa sebagai teman, eum...maksudku aku tidak akan membuangmu, aku akan menyimpan mu di tempat yang tidak se-spesial ketika aku menyimpan mu sebelumnya.

Jadi aku akan tentukan dari sekarang, kutek warna apa yang akan menemaniku mulai dari hari ini, besok, lusa, sampai hanya waktu yang sanggup mengelupasnya bersama perih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar