Sabtu, 19 Maret 2011

Kenangan Menangis


Embernya sudah mau penuh. Sejak tanggal 4 Maret 2011 lalu aku coba untuk menjepit semua kenangan yang pernah ada dengan cara menggantungkannya di tali jemuran samping rumah. Sudah cukup lama juga. Makanya ember itu hampir penuh. Penuh terisi air. Air mata kenangan. Kalau tidak dijepit menggantung begitu air matanya agak susah keluar. Mungkin itu salah satu cara yang terbaik untuk sekarang ini daripada perasaan kenangan harus mengganjal karena kenangan-kenangannya itu sendiri.

Ada apa saja ya?

Ada foto aku dan dia. Ada kalender yang penuh coretan spidol ungu, yang cukup banyak bentuk hati aku gambar disana disekitar tanggal ulang tahunnya. Karena kalendernya bonus dari pesawat makanya nama pesawat itu aku ganti namanya. Oh iya ada pesawat pesawatan kertas dari dia tulisannya 'ILU' dengan bentuk hurufnya yang latin besar-besar, sudah aku jawab 'ILUTOO' namun belum sempat aku terbangkan ke tempatnya karena kami keburu marahan. Ada tabungan pesan pendek di handphone ku darinya. Semua aku jemur, aku jepit, aku gantung di tali jemuran. Kalau mereka mau menangis, biarlah menangis sepuas puasnya. Mungkin mereka cukup sedih karena sekarang 'pembuat kenangan' sudah pergi.

Kasihan ya kenangan.

Biasanya kenangan selalu tertidur pulas di sofa ketika mendengarkannya memetik gitar, suka mengomel ketika dia bau rokok, suka cemburu kalau dia mulai hobi membuka situs porno, suka marah kalau dia lebih mendengarkan headsetnya daripada cerita hidup kenangan, suka ikut badmood kalau dia juga tidak semangat begitu, kenangan juga suka tertawa paling keras dari bercandaan datarnya itu, suka bangun subuh subuh untuk memasakkan jamur crispy favoritnya, suka membawa ikat rambut double setiap hari Jumat. Hey kenangan, kita tidak jauh beda, kita sama.

Oh iya kenangan, sebenarnya aku sudah pesan kue tart spesial untuknya sekitar 3 bulan lagi tepat dihari ulang tahunnya. Namun sepertinya tidak jadi, karena dia yang dulu sudah pergi, dan aku tidak suka dia yang baru.

Ngomong-ngomong, aku masih ada tidak ya di kontak favoritnya di handphone putihnya itu? Kalau dia memakan jamur kira-kira ingat tidak dengan aku? Kalau melihat hujan, kalau mencium petrichor apa aku juga sempat terbesit dibenaknya? Atau jangan jangan tidak sama sekali. Jangan jangan dia akan membuang kenangan kenangan dari ku sejauh mungkin, di tempat terpencil yang tidak ada taxi, agar kenangan kenangan dari ku untuknya tidak mungkin kembali kepadanya lagi.

Kenangan, jangan menangis lagi. Sudah cukup. Aku tidak akan membuang mu kok. Tenang saja. Aku menjepit dan menggantung mu begini supaya air mata mu keluar semua dan menjadi kenangan yang kuat yang baru yang tidak pantang menyerah. Nanti kalau sudah, kenangan ikut aku yuk jalan-jalan ke mall siapa tau bertemu seseorang pembuat kenangan baru yang lebih bertanggung jawab. Agar kenangan tidak perlu menangis lagi.

Karena siang bolong ini, dari ujung tali jemuran, kenagan berbisik kepadaku, 'Jangan buang aku ya.'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar