Sabtu, 19 Maret 2011

Dasar Fisik!


Beberapa hari yang lalu aku dengar dari kerumunan anak kecil yang sedang bermain lompat tali bilang begini kepada temannya ''Halah koe ki elek, kae lho bolo mu sing elek sisan wae!'' (re:kamu tuh jelek, itu lho pasangan mu yang jelek sekalian saja). Deg! Menusuk, sampai dalam hati sana. Serius.

Gobloknya aku tanggapi mereka, ''Heh seng genah nek ngomong!'' (re:Kalau bicara yang benar!) ah benar kan mereka jadi nglunjak kalau ditanggapi, habis aku benar-benar tidak tahan, masih kecil saja sudah berani menilai orang lain dari fisik apalagi besok kalau sudah besar. ''Santai to mbak, raksah mbek nangis mbarang hahaha'' (re:santai aja mbak, ngga usah pakai nangis segala hahaha).

Oh Tuhan kata anak kecil itu aku menangis. Aku raba-raba pipi ku memang basah, pandanganku juga sudah tidak secerah tadi pasti karena air mata yang berebut keluar dari ekor mata. Ah iya benar, aku menangis. Menangis untuk hal yang mereka pikir sepele. Tapi buat aku tidak.

Ini memang bukan hal sepele. Mereka sudah berani mengelompokkan orang lain berdasarkan fisik semata. Baiklah kalau mereka fikir itu bercandaan belaka, tetapi bercandaan ada batasnya. Jangan sampai menyinggung hal hal sensitif seperti itu.

Kalau yang cantik berpasangan dengan yang tampan lalu yang jelek dengan siapa? Dengan yang jelek juga? Sebenarnya bukan cantik atau tampan ataupun jelek, masalahnya disini adalah aku tidak suka sekali dengan cara pandang mereka, cara mereka menilai sesuatu dari luarnya saja tanpa mau berusaha untuk menguak apa yang ada didalamnya. Baiklah aku maklumi mereka masih kecil. Masih belum mengerti baik buruk dari segala hal. Lagi pula buat apa aku pusing pusing sedangkan anak yang dibilang 'jelek' tadipun tidak mempersalahkan semuanya, malahan yang sudah aku bela tadi juga ikut menertawaiku ketika aku tertangkap sedang menangis.

Ah dasar fisik! Selalu saja menjadi hal paling sensitif dihidup ini.

Sebenarnya masih ada yang mengganjal, ingin bilang kepada anak-anak kecil tadi :

'' Semoga kalau sudah dewasa nanti kalian akan berubah, aku hanya tidak ingin kalian akan membuang mereka yang sudah mati-matian naksir kalian karena (mungkin) fisiknya yang tidak sempurna saja dan kalian belum mencoba untuk mengerti perasaannya. ''

Tapi aku urungkan saja, kalau nanti aku dikira curcol-curhat colongan- pasti aku akan tambah malu. Aku tidak ingin terlihat lemah didepan anak anak kecil itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar