Senin, 28 Maret 2011

Cinta Tidak Bisa Dibeli


Pernah aku menabung pesan pendek, namun sepertinya tidak bisa membuat aku kaya. Lalu pernah juga menabung di Bank Harapan di ujung jalan sana, justru aku hanya mendapat untung sebuah harapan. Susah ya mendapatkan uang, harus berusaha matimatian. Uang tidak mengalir begitu saja seiring kebersamaan dan berjalannya waktu.

Beda dengan cinta. Cinta dapat datang tanpa diduga seiring berjalannya waktu. Dan disitu juga susahnya. Kalaupun berusaha matimatian tapi cinta tidak berpihak, yasudah, bukan salah bunda mengandung juga. Siapapun tidak dapat membeli cinta. Karena cinta tidak di jual di kaki lima walaupun pedagangnya sudah pasti punya. Cinta tidak ada di swayalan, karena alergi AC. Juga tidak ada di deretan peralatan rumah tangga, cinta takut terkena pisau, patah. Tidak mau di toko elektronik, nanti kalau kesetrum cinta tidak pink lagi. Terus kalau orang kaya yang tidak punya perasaan mau beli cinta dimana?

Jangan salah, sebenarnya Tuhan menjual cinta.

Beberapa hari yang lalu aku lihat di website Tuhan, banyak yang sedang bernegosiasi disana, ada yang terus-terusan memilih, ada yang marah marah karena tidak menemukan seleranya, ada juga yang seperti aku, sekedar melongok untuk melihat melihat saja, karena aku tidak punya uang. Sebenarnya aku ingin langsung berkunjung ke kios-Nya, lagi-lagi gagal karena tiket pesawat mahal.

Eh tapi kata Tuhan yang ternyata tau aku sedang memperhatikan website-Nya, Dia bilang 'Jangan takut mahal. Mereka saja yang tidak paham. Sebenarnya cinta yang Aku tata rapih di dinding surga bukan dihargai dengan uang'

Lagi-lagi aku bingung. Tuhan suka sekali mengagetkan ku. Namun setelah aku pikir lama, benar juga. Mana mungkin Tuhan butuh uang. Kata-Nya, kalau mau mendapatkan cinta dari Tuhan, aku harus membuang sifat burukku dan satu per satu cinta akan diterbangkan dari surga untukku. Yang jelas, gratis!

Ngomong-ngomong kalau nanti cinta sejati sudah berpihak kepadaku, aku akan memberikan setengahnya untuk mu. Dijaga ya, jangan sampai dikerubuti lalat sekalipun kau sedang di kaki lima. Diberi selimut agar tidak kedinginan kalau kau sedang pergi ke swalayan. Kau juga begitu, jagalah jarak sejauh mungkin dari pisau ataupun listrik agar tidak teriris dan kesetrum karena cintaku sekarang ada di saku baju yang tidak mungkin pernah kau lepas apalagi kau cuci. Itu lho baju bersaku yang aku rajutkan dari hujan agar cinta mu tidak perlu malu lagi ketika berjalan-jalan dengan ku.

Sepertinya memang tidak perlu membeli cinta. Cintaku dikantungi tepat didepan hati cintamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar