Minggu, 20 Februari 2011

Surat Kaleng #3 untuk Hujan


Hujan, asal kamu tau saja, kamu itu bagian ketiga terpenting dalam hidupku.

Kamu itu semuanya buat aku. Sahabatku. Pacarku. Bahagiaku. Keluargaku. Pokoknya semuanya. Aku sayang sekali dengan mu. Kalau bisa, tolong jangan tinggalkan aku.

Hujan, aku masih butuh angin kencang dan mendung yang membuat mu ada, aku masih butuh gerimis yang menggandeng mu datang, aku masih butuh petrichor sebagai tanda kamu hadir, aku masih butuh petir yang membuat kamu sekuat ini, aku masih butuh pelangi jalan kamu pulang. Aku masih butuh hujan untuk membuat genangan tempat aku main air, untuk membuat konser musikal dari hentakkan kaki-kaki mu, agar aku tidak lagi sepi bawa semua teman mu kemari.

Jangan pergi ya Hujan, tetap di sini, dalam kemarau sekalipun, tetaplah bertamu di rumahku. Dalam keadaan apapun tetaplah di sampingku, waktu aku bahagia, sedih, sakit hati, jatuh cinta, apapun itu, berbagilah dunia bersama ku.

Surat ini sengaja aku kirimkan untukmu agar kamu cepat-cepat datang kesini. Kalau kamu tidak tau aku, aku itu sedang memakai kaos abu-abu dan celana pendek putih, pakai sandal karet, rambutku berantakan, pipiku kebanjiran air mata. Hujan cepatlah kesini, aku butuh bahumu, aku baru saja jatuh cinta dan sekarang sedang patah hati, tapi aku ingin jatuh cinta lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar