Minggu, 20 Februari 2011

Surat Kaleng #2 untuk Bapak dan Ibu


Selamat Senja Bapak dan Ibu ku tercinta.

Bagaimana kabar kalian di rumah tua yang juga membantu membesarkan saya itu? Semoga baik-baik saja, seperti anak mu ini yang lagi mencari dunianya sendiri.

Saya tau, Bapak dan Ibu suka sekali dengan senja. Kalau tidak salah, kata Bapak dulu, karena kalau sudah senja Bapak akan pulang dari kerja dan berkumpul bersama keluarga. Kalau kata Ibu, Ibu suka senja karena Bapak pulangnya senja dan dapat bercengkrama dengan hangat bersama.

Bapak tau tidak, saya diam-diam ngefans sama Bapak semenjak saya beranjak remaja dan mengerti sosok laki-laki sesungguhnya. Bapak, doakan saya ya, semoga di sini saya bisa menemukan sosok laki-laki seperti Bapak, yang tanggung jawab, tidak banyak bicara, humoris, mudah bergaul, mau mempelajari sesuatu yang baru, tidak kenal lelah, pantang menyerah, berusaha membahagiakan keluarga, yang paling penting Bapak bisa menjanjikan kepada Ibu bahwa Ibu tidak perlu ragu karena Bapak dan cintanya masih tetap bersama Ibu besok pagi, siang, sore, malam, bertemu pagi lagi, begitu seterusnya.

Oh iya Ibu, kalau saya sudah dapat laki-laki yang saya dambakan, doakan ya semoga kami dapat melanjutkan semuanya kearah yang lebih serius. Secepatnya, saya akan mengunjungi Ibu, saya ingin diajari sesuatu dari Ibu. Ajarkan saya tentang kesabaran, kekuatan, menyembunyikan air mata, membuat senyum palsu, juga cara memasak, bagaimana melipat selimut, apa yang harus dilakukan ketika suami pulang dari kerja, bagaimana cara mempertahankan keindahan ini sampai tua.

Saya tau, waktu membaca surat ini, Bapak dan Ibu akan senyum-senyum sendiri. Ah tidak menyangka sekali kalau saya sekarang sudah cukup dewasa untuk mengerti semuanya. Nanti kalau bisa, waktu saya pulang akan saya bawakan oleh-oleh. Oleh-olehnya entah siapa saya juga belum tau, pokoknya dia itu calon menantu Bapak dan Ibu, dia itu calon suami dari putri tunggal mu ini.

Semoga Bapak dan Ibu merestui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar