Minggu, 20 Februari 2011

Surat Kaleng #1 untuk Tuhan di Rumah Baru-Nya


Di surat ini, saya mau cerita sedikit ya Tuhan.

Dulu, saya hampir tidak percaya kalau Tuhan membuat semuanya menjadi lancar begini. Dulu, saya pikir, saya begini sebatas karena usaha saya yang mati-matian, tanpa campur tangan dari Tuhan. Dulu juga, saya belum terlalu mengerti tentang perasaan Tuhan.

Sekarang, saya mulai tau. Tuhan berarti sekali. Tuhan ada di setiap detik waktu saya, di setiap deru nafas saya, di setiap tetes air mata saya, di setiap inci hidup saya. Saya juga tau, Tuhan bisa sakit hati, apalagi kalau sampai ditinggal pergi umat-Nya yang Ia kasihi.

Kemarin entah kapan saya lupa, Tuhan lari-larian bawa koper besar, dalamnya saya juga tidak tau, Tuhan kelihatan terburu-buru sekali, kata sikembar Munkar-Nakir, Tuhan mau pindah rumah ya?

Tuhan tidak kerasan lagi di surga. Tuhan bosan juga tidur di masjid ataupun gereja. Sekarang Tuhan punya rumah baru, rumah baru-Nya di sini, di dalam hati.

Sekarang, sudah tidak perlu jauh-jauh dan berteriak-teriak lagi kalau mau tanya sesuatu kepada Tuhan, ketuk saja pintu hatimu, tanyakan kepada hatimu sendiri, jangan takut salah, Tuhan akan senantiasa membimbing seseorang yang mau membuatkan Tuhan rumah di hatinya. Jangan takut ataupun cemas juga. Tenang saja, Tuhan akan menjaga hatimu sebagaimana Ia menjaga rumah-Nya dulu dengan penuh cinta dan keajaiban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar