Minggu, 06 Februari 2011

Surat Balasan


Rasanya. Benar-benar kepingin rol depan, rol belakang, koprol, semuanya saja. Rindu saya terobati. Yang sudah lama saya tunggu, mengirim sepucuk surat untuk saya. Intinya hujan mengajak saya berkencan.

Saya balas saja,
''Hey Jan, kabarku baik. Bagaimana kalau berkecannya besok sore saja. Sambil tunggu matahari pulang. Nanti saya cari padang rumput dulu, kan kalau melihat padang rumput, kamu jadi sedikit hyper-active, menari-nari kesana kemari.

Hujan, mau tidak saya kenalkan dengan kembaran saya yang sehari-harinya tinggal di cermin. Dia memang tidak langsing, tapi mukanya lucu, rambutnya blow tanpa poni, matanya bulat, unik deh, sayang sekali kalau kamu tidak mau.

Jadi, besok kamu juga mau bawa sepupu mu ya? Yang namanya Robin itu? Kalau tidak salah, dia juga tidak six-packs kan, dia punya tahi lalat, dari ceritamu dia itu orang sederhana dan bertanggung jawab.

Hujan, besok saya juga mau bawa karpet dengan sepaket makanan sekaligus, nanti kita buka waktu sudah sampai padang rumput ya. Sepertinya asik, hujan berkencan dengan kembaranku di cermin dan saya berkencan dengan Robin lalu kita sama-sama menikmati petrichor sambil makan hati minumnya air mata.''

Sudah saya tulis surat balasan saya itu. Tetapi tidak ada satupun kantor pos apalagi pak pos yang sanggup mengantarkan ke alamat tujuannya. Di bulan, tempat hujan tinggal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar