Minggu, 06 Februari 2011

Pesan Pendek

Kamu apa kabar? (pesan masuk)

Kabar ku cantik. Kamu sendiri bagaimana? (terkirim)

Ya begini-begini saja. Aku masih coba buat suka sama hujan. Maaf ya aku belum bisa. (pesan masuk)

Tidak apa apa. Kamu tidur saja waktu hujan. (terkirim)

Lho kok begitu? Jangan ah, nanti aku susah bangun. (pesan masuk)

Nah itu tau. Terimakasih dulu sana sama hujan. Hujan sudah buat kamu tidur nyenyak. (terkirim)

Oh iya juga ya. Aku sampaikan lewat kamu saja deh. Mumpung kamu di bulan kan dekat sama hujan. (pesan masuk)

(tidak di balas)

Eh di sini hujan lho. Aku ngga mau tidur ah. Mau main hujan saja. (pesan masuk)

Itu bukan hujan biasa. Itu hujan bumbu cinta. Sengaja aku jatuhkan dari bulan. Biar kamu tau aku dan tau dunia ku. Kapan-kapan mampir di bulan ya, itupun kalau aku masih sendiri, tetapi kalau aku sudah menikah dengan hujan ya maaf aku tidak boleh menerima tamu. (tidak dikirim)

Eh undangan pernikahan ku sudah sampai di bulan belum? (pesan masuk)

Apa? Kok jadi kamu duluan yang menikah? Cemburu deh. (terkirim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar