Sabtu, 26 Februari 2011

Kepangan Hujan


Katamu, aku lebih manis seperti ini. Rambut di kepang, dari ujung sampai bawah tanpa ada celah, lalu diikat dengan tali warna-warni. Asal kau tau saja, aku harus bangun lebih pagi daripada biasanya untuk sekedar berdiri di depan cermin sambil menggigit sisir dan kedua tangan ku aku gunakan untuk mengepang dengan hati-hati dan sabar, agar hasilnya bagus, agar kau bilang aku manis lagi.

Rambutku memang terlalu panjang dan sedikit tidak beraturan jadi sulit untuk disisir. Apalagi kalau sedang ada angin besar, rambutku menari kesana kemari. Sehari saja tidak keramas, pasti sudah bau sekali, karena rambutku itu ceroboh, suka jatuh di tanah, di rumput, akhirnya dia bau lumpur.

Tetapi tidak apalah, asal kau bilang aku manis saja. Aku mau kok bersusah payah mengepang rambutku ini.

Pagi ini, aku coba berangkat lebih awal, agar aku dapat bertemu dengan mu lebih lama. Aku sudah menunggu dari tadi di bangku kayu panjang, tapi kamu belum juga datang. Kemana sih kamu, Robin? Jangan-jangan kamu belum tau kalau rasanya menunggu itu mengesalkan. Sudahlah aku tunggu saja, sayang juga kalau kamu tidak melihat kepangan rambut ku yang sudah aku usahakan mati-matian ini.

Syukurlah kalau kamu berangkat. Aku lihat kamu juga akhirnya. Seperti di setiap pagi sebelumnya, kamu selalu jalan pelan-pelan, membawa tas ransel abu-abu yang sepertinya penuh buku, sambil menggaruk-garuk kepala, senyum sana senyum sini, ramah sekali. Tetapi pagi ini ada yang beda. Kamu tidak jalan sendiri. Kamu jalan berdua dengan wanita lain, tidak tau wanita itu siapa, mungkin dia manusia sama sepertimu juga, yang jelas dia lebih manis daripada aku.

Sebenarnya aku sedih dan kecewa, tetapi buat apa juga, buang-buang energiku saja. Ah sudahlah, mau dikepang ataupun diapakan juga aku tetap tidak manis. Aku cuma hujan, aku pucat, mana mungkin aku bisa semanis wanita itu, Bin. Sekarang aku mau turun, menetes perlahan-lahan, jatuh sampai tubuh mu dan wanita itu. Aku akan pakai gaun merah, bukan sebagai hujan, hanya sebagai darah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar