Minggu, 06 Februari 2011

Frau, Boleh Pinjam Mesin Penenun Hujan-mu?


Kok belakangan ini di setiap pagi mukamu kelihatan tidak semangat seperti itu. Bibirmu sedikit pucat. Rambutmu berantakan. Seragam sekolahmu sering keluar. Kaos kaki mu juga tidak kelihatan. Menata buku sekenanya saja.
Kenapa sih?
Kata teman sebangku mu, kamu masih sering mengantuk di sekolah ya karena sering tidak tidur nyenyak malamnya. Katanya juga, kamu sering menggigil karena hujan.

Maaf ya, maaf sekali.

Hujan memang seperti itu. Suka membuat dingin. Datangnya tiba-tiba. Keroyokan lagi datangnya.
Ya mau bagaimana lagi. Sebagai sahabat hujan, aku tidak bisa melarangnya untuk tidak menetes dirumah mu. Kan hujan juga butuh turun, butuh jatuh, butuh menetes, butuh kerja keras, istri dan anak-anak nya juga perlu makan, kalau hujan tidak kerja sama Tuhan, kasihan kan keluarganya.

Kalau selimut mu belum mampu untuk membuatmu hangat. Sepertinya aku punya satu cara.
Aku tenun hujan ya, untuk jadi selimut mu.

Aku mau lihat ke awan dulu. Mau minta izin dengan Frau. ''Frau, boleh pinjam Mesin Penenun Hujan mu?''
Kata Frau boleh. Bahkan Frau menawarkan bantuannya untuk menenun selimutmu. Tapi aku jawab tidak perlu, karena selimut ini spesial aku tenun untuk kamu.

Sebentar ya, aku ambil bulan secuil buat mangkuk tempat hujan. Setelah ini biar hujan memanggil teman-temannya untuk jatuh disana. Kalau sudah penuh, aku ratakan di mesinnya biar tebal. Lalu, aku tenun hujannya.

Kalau sudah jadi, tunggu saja di depan jendela kamarmu. Aku langsung kirimkan selimutnya untukmu. Biar kamu tidak perlu menggigil kedinginan karena hujan lagi. Kan sekarang sudah aku tenunkan selimut dari hujan.

Frau, terimakasih ya untuk Mesin Penenun Hujan mu.
Semenjak memakai selimut itu, dia jadi lebih segar paginya. Mungkin karena dia merasa hangat karena selimut itu dan tidurnya bisa nyenyak. Frau, jangan bilang siapa-siapa ya, kalau aku itu hujan, kalau aku yang memeluk dia setiap malam, kalau aku yang buat dia hangat. Ini Mesin Penenun Hujan mu aku kembalikan lagi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar