Kamis, 03 Februari 2011

Cintakutanpaspasi


Tidak tau kenapa tombol spasi pasti dibuat paling panjang di keyboard PC, laptop, netbook, bahkan di handphone ku juga. Tidak tau supaya apa. Mungkin biar mereka mudah. Mudah untuk membuat jarak. Itu mereka. Mereka bukan aku.

Aku benci sekali dengan jarak. Kalau bisa aku ingin Tuhan mempersempit dunia ini. Tidak harus ada jarak sekalipun kita sedang duduk bersebrangan. Jarak hanya akan memisahkan bukan? Kalau dipisahkan sudah pasti sakit.

Jujur, aku ingin hanya deru nafas saja yang membatasi kita. Dari pagi hingga bertemu pagi. Selama itu kita tidak akan membuat jarak.
Jangan pikirkan kerja dulu hari ini. Pikirkan bagaimana kita meminimalkan jarak. Agar dari hati ke hati, bibir ke bibir, tubuh ke tubuh, tanpa jarak. Tidak berlaku jarak untuk kita.

Sebenarnya aku sedikit bingung ketika kamu bertanya
''Hari ini cinta mu seperti apa?''
Kamu selalu menanyakan hal seperti itu. Ketika pagi buta sekali. Ketika beha dan tank top ku berebut mencari tempatnya diintip fajar pagi. Ketika kopi butuh air panas agar tidak kedinginan lagi. Ketika selimut kita bosan melihat tingkah kita beberapa malam ini.

Aku bingung. Serius. Demi apapun aku bingung.

Aku jawab sekenanya saja.
''Hari ini cintaku seperti mawar yang tanpa duri''
''Hari ini cinta ku seperti keju di bulan''
''Hari ini cinta ku seperti hujan di kemarau''
''Hari ini cinta ku lebih awal terbitnya''
''Hari ini cinta ku malas pecah untuk di ceplok''
''Hari ini cinta ku berbuah ungu''

Sekarang, aku sudah merencanakan jawaban untuk besok pagi. Kalau kalau kamu tanya lagi. Aku janji. Setelah kita puas malam ini. Jawaban ku seperti ini
''Hari ini cintakutanpaspasi''

Sayangnya kamu sudah pergi. Sejak pagi buta tadi. Kata kopi, kamu pakai kaos dan boxer hello kitty. Kan itu belum di cuci. Apa tidak risih bekas air mani? Dilanjut kata matahari, kamu ditampari pacarmu sendiri. Hey, lanjut besok malam lagi :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar