Minggu, 06 Februari 2011

Cintaku Tanpa Titik

Sent (handphone mu)
From : . . .
''Hai Robin, nanti agak siangan aku main ke kelas mu ya, kamu jangan kemana-kemana soalnya aku mau titip sesuatu''

Itu sms ku yang aku kirim ke Robin pagi pagi tadi. Kata teman mu, kamu menyimpan kontakku, sebelumnya terimakasih, tetapi namanya hanya '. . .' (titik-titik) ya? Kenapa begitu? Kamu lupa namaku? Atau malas menulis namaku yang hanya 6 digit itu? Atau apa?

Sepertinya memang kamu sedikit tidak peduli dengan semuanya.
Tidak apalah. Aku ambil positifnya saja. Sudah berkali-kali aku berpengalaman ber'negative' thinking duluan yang pada akhirnya aku buat semuanya sulit sendiri.

Ya aku tau. Kamu ingin namaku beda kan dari nama kontak-kontak di handphonemu yang lain. Bukannya kalau '. . .' itu selalu muncul paling awal ya bahkan sebelum huruf 'A', berarti aku itu selalu kamu dulukan daripada semuanya. Kalaupun di handphonemu '. . .' keluar belakangan, ya sudah anggap saja aku bisa jadi yang terakhir sekaligus yang terbaik buat kamu, Bin.
Seingatku, di pelajaran Matematika, jika ada titik tiga '. . .' artinya berkelanjutan, selanjutnya, apapun itu untuk maju ke depan, bersama.

Terimakasih juga. Nama '. . .' sedikit menginspirasi ku. Sebenarnya cintaku kepada Robin tanpa titik (.) Jelas sekali, tidak ada akhirnya. Tidak mungkin berakhir. Kalau sekedar koma (,) sebagai penghalang perjalanan, akan aku coba lewati semuanya.

Wah jadi bingung sendiri sebenarnya maksudmu apa sih, Bin, kasih nama kontakku di handphonemu '. . .'?

New Inbox (handphone ku)
From : Robin Hood
''Maaf, ini nomor siapa?''

Sent (handphone mu)
From : . . .
''Aku ehem yang mau titip sesuatu ke kamu. Titip hatiku ya, titip masa depan ku juga.''

New Inbox (handphone ku)
From : Robin Hood
''Oh kamu ya. Maaf ya. Aku tulis kontak mu cuma titik-titik saja. Ya sebenarnya maksud dari titik itu hanya bahwa titik bukan akhir dari sebuah kalimat ataupun segalanya. Buat aku, kamu itu sebuah kalimat baru yang harus aku perjuangkan aku pikirkan matang-matang dengan logika dan rasa, aku harus buat kamu ada setelah tanda titik itu. Kamu masa depan ku. Besok-besoknya ya cuma kamu yang aku butuhin''

Sent (handphone mu)
From : . . .
''Terimakasih ya Robin buat semuanya. Cintaku kepadamu tanpa titik, tiada akhir, asal kamu tau saja. Jadi nanti siang boleh aku ke kelas mu?''

New Inbox (handphone ku)
From : Robin Hood
''Jangan deh. Gimana kalau nanti malam saja ketemuannya? Aku juga mau titip sesuatu. Titip cincin yang habis aku beli kemarin. Pakai di jari manis mu terus selamanya seumur hidup mu, ya manis?''

Sent (handphone ku)
From : . . .
''Ah Robin kamu bisa saja. Baiklah.''

Tidak ada komentar:

Posting Komentar