Selasa, 01 Februari 2011

Bukannya Ini Semua Yang Aku Mau?


''Tuhan, beri hujan besok siang, tepat pulang sekolah, saya ingin pura-pura tidak bisa pulang karena hujan, lalu Robin menawarkan vespa nya untuk berboncengan dengan saya, kami bisa menikmati hujan berdua, saya akan pamerkan kepadanya betapa cantiknya hujan itu. Jangan lupa ya, Tuhan, Amin''

Itu sepenggal doa ku malam tadi yang akhirnya di kabulkan Tuhan siang ini.
Benar, hujan turun lebat, lekas-lekas aku duduk di ujung jendela yang aku buka lebar, aku menikmati hujan sendiri diantara hiruk pikuk mereka, aku tidak sabar menunggu bel pulang.

Akhirnya selesai juga hari ini, aku berlari keluar, hujan masih ada, bahkan tambah lebat, tumben sekali tidak ada petir.
Aku sudah mengatur posisi duduk di bangku panjang di depan kelas senyaman mungkin. Ah Robin akan lewat sini, aku harus memasang muka cemas agar dia menanyakan
''Kenapa masih di sini? Mau pulang naik vespa sama aku?''
Aku tidak sabar, Tuhan...

Bukannya ini semua yang aku mau? Ya memang ini semua. Semua sudah aku rencanakan sedemikian rupa. Aku suka sekali ketika semuanya menjadi kenyataan.

Hey, tapi, itu kan Robin, lewat di depan ku, iya aku yakin itu Robin, masih ada tahi lalatnya, pipinya masih chubby, tas nya sepatunya jaketnya aku hafal merk nya, kenapa dia tidak menyapa aku? Kan seharusnya dia menawarkan apakah aku mau pulang bersamanya. Kenapa dia tidak duduk di samping ku untuk sekedar berteduh? Kenapa dia terus jalan sambil berlari-lari kecil saja? Kenapa dia terlalu berburu untuk ke parkiran? Kenapa Tuhaaan?

Apa memang benar, dia tidak akan pernah peduli dengan ku? Lalu untuk apa Kau turunkan hujan siang ini? Untuk sekedar mengingatkan ku bahwa jangan terlalu berlebihan dengan semuanya? Aku masih banyak bingung.

Tapi, bukannya ini semua yang aku mau?
Terimakasih Tuhan, sudah kau buat doa ku terkabul, sudah kau buat aku menikmati hujan, bermain hujan di tengah perjalanan pulang, tidak apa-apa kalau Kau belum mengizinkan Robin untuk menemani di sini.
Tapi suatu saat jika aku berdoa, tolong kabulkan seutuhnya ya Tuhan. Amin. Dan aku janji tidak akan berlebihan dalam suatu hal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar