Senin, 17 Januari 2011

Tapi Jangan Sekarang



Aku suka hujan turun. Tapi jangan sekarang. Sekarang, malam ini, sudah tidak ada kamu. Tidak ada kamu dibalik gorden coklat tua itu. Tidak ada kamu dengan jaket putih biru. Hampir aku rindu!

Ya, memang sudah tidak ada kamu lagi yang selalu aku gombali, yang selalu menjadi inspirasi.

Mau kamu datang lagi? Dua gelas kopi hitam tanpa gula, martabak, dan vas bunga ungu itu telah menunggu, menunggu kamu, sebagai saksi bisu saat kita bertemu, bahkan telah menunggu lebih lama daripada aku yang duduk di atas bangku ruang tamu.

Kalau kamu mau lagi datang, cukup saja bilang, karena hatiku selalu mengundang.
Kelak, kopi, martabak, dan vas bunga itu akan aku pindahkan ke teras tanpa lampu special untuk kamu.
Biar bintang, bulan, kalaupun perlu akan ku panggilkan kunang-kunang sebagai penerang agar kita tetap dapat saling memandang.

Dan saat itu aku hanya berharap hujan turun tipis tipis agar aku dapat menikmatinya dengan kamu yang manis.

Tapi, jangan sekarang. Sekarang sudah tidak ada kamu untuk menemaniku menikmati hujan tanpa jemu. Dan sekarang, aku bukan hanya hampir rindu, tapi benar-benar rindu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar