Senin, 24 Januari 2011

Rumah Kenangan


Selamat datang di rumah kenangan milik saya ini. Bentuknya tidak beda jauh dengan rumah tua milik nenek saya yang sampai sekarang saya tinggali. Di sana sama-sama ada halaman yang cukup luas, di tanam berbagai bunga, dari anggrek ungu yang cantik, mawar yang pura-pura baik justru berduri, hingga kaktus yang menunjukkan ketegarannya. Ada juga teras belakang favorit saya, sebetulnya di sanalah saya biasa memendam dalam-dalam semua rasa sakit yang pernah saya rasakan. Ada kamar cat ungu yang membuat saya nyaman. Ada kamar mandi, tempat dimana imajinasi dapat bermunculan, makanya jangan kaget jika saya berlama-lama di sana. Ada juga gudang, semua yang rapuh, yang sekiranya sudah tidak penting, saya masukkan ke sana.

Memang tidak jauh beda. Hanya ada satu perbedaan. Rumah asli saya ada di dunia nyata, semua orang dapat melihatnya. Rumah kenangan saya ada di sini, di dalam hati saya, tidak bisa dilihat, hanya dapat dirasakan ketika kau jauh melihat jauh ke dalam mata saya.

Yah seperti inilah rumah kenangan saya. Banyak debu karena memang tidak pernah saya sapu, saya hanya tidak ingin semua kenangan pahit kita hilang begitu saja, saya juga sengaja tidak menyimpannya ke dalam gudang ataupun memendam sedalam mungkin di teras belakang saya, pasti kau sudah sangat tau apa alasannya.

Wah, sepertinya terlalu banyak jika saya ceritakan siapa saja penghuni yang sampai sekarang terkunci, atau lebih tepatnya saya kunci di rumah kenangan saya. Ada yang seperti anggrek ungu, baik sekali, sampai saya merasa tidak enak dan risih. Ada yang seperti kaktus, yang kalau berbicara asal saja, egois, tidak tau bagaimana perasaan saya. Ada juga yang seperti mawar, luarnya sangat baik tetapi dalamnya lebih menyakitkan daripada kaktus.

Mulai sekarang, terserah kau saja. Jika kau menjadi anggrek ungu akan saya rawat baik-baik di dalam kamar ungu saya, jika kau menjadi kaktus akan saya pendam dalam-dalam di teras belakang, jika kau menjadi mawar tidak akan saya masukkan ke dalam gudang, ke dalam kamar mandi pun, tidak akan saya masukkan ke dalam rumah kenangan saya ini, kau hanya akan menambah debu saja.

Jadi tentukanlah!
Saya jamin, kau akan menikmati jika kau masuk dirumah kenangan milik saya ini. Oh atau kau coba membuat sendiri? Buatlah, simpanlah semua kenangan mu, simpanlah aku di tempat favoritmu, kunci aku di situ, hilangkan kunci nya, berkunjunglah lewat daun jendelanya, akan aku bukakan segera, lalu bisikanlah kepada saya bahwa kau tidak hanya akan membuat saya menjadi kenangan terindah tetapi juga kenyataan terindah yang pernah kau miliki sehingga kau akan mengingatnya sebagai kenangan terindah seumur hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar