Minggu, 23 Januari 2011

Robin Hood, Pahlawanku Ketua Hatiku!



Hai, sudah kamu sampaikan terimakasih banyak kepada Robin Hood, sahabat mu itu? Kemarin dia menyelamatkan ku dari perampok di tengah hutan.


Oh haha itu terlalu berlebihan. Intinya aku ingin sedikit berbasa-basi, bagaimana kabarnya? Pastikan kepadaku bahwa dia dalam keadaan baik-baik saja.

Lalu, apa kamu sudah menyampaikan, belakangan ini aku terus-terusan ingin melihatnya, melihat tahi lalatnya, melihat rambutnya yang sedikit bergelombang itu, melihat apapun tentang dia.
Aku tidak tau ini apa. Yang pasti setiap malam selalu ada dia di fikiran ku, setiap minum kopi, bayangannya ada di dalam gelas, embun sehabis hujanpun membentuk wajahnya dari luar jendela kamarku. Kesederhanaannya, manisnya, tanggung jawabnya, apapun itu yang ada di setiap inci hidupnya, aku hanya sedang ingin memilikinya.

Menurutmu aku jatuh cinta atau bukan?

Sudah! Jangan di jawab. Aku hanya sedang berusaha menutupi semuanya walaupun hatiku selalu terbuka untuknya. Aku hanya sedang berusaha membuat semuanya biasa saja walaupun setiap saat aku berbunga-bunga.
Aku hanya sedang membuat semuanya terhapus walaupun sudah ketauhan oleh kopi dan hujan sahabatku.

Aku takut kalau ini benar-benar cinta. Benih-benih cinta ini hanya akan tumbuh seperti tunas tanpa dosa. Bagaimana menurutmu kalau benih cintaku kepada Robin Hood sahabat mu tidak aku beri makan 'rindu', biar layu dan mati saja di teras belakangku. Bukannya lebih baik layu sekarang, daripada sebentar lagi, nanti, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, bahkan tahun depan?
Tapi bagaimana kalau dia juga merasakan hal yang sama? Ah, aku belum berfikir sejauh itu. Dapat mengobrol dan menyapanya ketika berpapasan sudah sebuah anugrah.

Jadi apakah kamu sudah membuat kesimpulan? Aku sedang jatuh cinta kepada Robin Hood sahabatmu atau tidak?

Apapun itu, ajak dia main ke rumah ku, ajak aku jalan-jalan keluar bersamanya, ke tempat-tempat sederhana saja, seperti Baskins Robins mungkin, atau kamu mengajakku berkunjung ke kelasnya, atau apalah usahakan semuanya, aku mohon. Kamu itukan sahabatnya, sahabat yang baik pasti akan banyak membantu, iya kan?

Hai, sudah kamu sampaikan, bahwa aku sekarang sudah mulai menjaga benih-benih cinta yang aku tanam di teras belakangku ini agar tidak cepat layu? Jangan kaget kalau aku berubah fikiran, kata hujan dan kopi aku tidak boleh putus asa karena tidak semua lelaki akan menyakiti juga seperti yang lalu, katanya juga hujan akan turun ketika Robin Hood lewat di depan rumah ku agar dapat berlindung dari dingin. Terimakasih hujan, kopi, dan kamu. Aku fikir, untuk sekarang sudahlah Robin Hood saja ketuanya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar