Senin, 31 Januari 2011

#Pelajaranhujan #6 Genangan Kenangan


Cinta itu seperti genangan air hujan.
Padahal waktu yang terus berjalan sudah membuat hujan berlalu cukup lama, tapi genangan air hujan itu masih tetap ada. Masih setia mengisi rongga-rongga tanah. Sepertinya memang enggan untuk enyah dari sana, sudah terlalu betah, mungkin. Oh atau genangan air hujan itu ingin membuktikan bahwa hujan pernah datang, pernah membawa kebahagiaan, pernah membagi bahunya, pernah mendengarkan lagu-lagu favorit mereka bersama. Genangan itu ingin sekedar menyimpan kenangan, yang memang tidak bisa hilang.

Genangan kenangan. Genangan cinta. Genangan air hujan. Semuanya seolah ingin menunjukkan, ingin berbangga, ingin sedikit memamerkan, bahwa seseorang dulu pernah duduk di sini, di bangku jati ini, kami saling berbagi dunia kami, tidak ada bosannya, mengerjakan tugas sekolah pun sering bersama, apapun, semuanya masih tersimpan di genangan kenangan ini.
Saya tegaskan, saya biarkan genangan kenangan ini masih tetap ada, masih mengisi rongga-rongga otak saya, masih menyimpan semuanya, hanya sebagai bukti bahwa paling tidak seseorang itu pernah hadir.

Tapi saya sarankan, genangan air hujan itu jangan terlalu lama di pelihara nanti hanya akan menjadi lumpur, becek, dan menjijikkan, dan bahkan pemilik genangan itupun malas untuk menyentuhnya untuk memikirikannya lagi. Biar saja mengering dengan sendirinya.

Percayalah, setiap hujan yang jatuh akan membuat genangan air yang berbeda satu dengan lainnya, seperti mereka yang berlalu lalang di hidup saya juga membuat genangan kenangan dengan cara mereka sendiri, yang jelas mereka, dia, kamu, seseorang itu pernah hadir di dunia saya, ini buktinya, genangan kenangan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar