Senin, 24 Januari 2011

#PelajaranHujan #5 Ini Anak Tunggal Laki-Laki Kita


Perkenalkan, ini anak tunggal laki-laki kita. Yang kamu tinggal pergi ketika aku hamil tua. Tuhan menjawab doa kita, ini laki-laki sayang, doaku doamu, seperti harapan kita dulu.

Tampan ya. Rambutnya lebat, badannya kekar, lengannya berotot, betisnya tungkainya panjang, sepertinya besok ia akan menjadi anak populer di sekolahnya, seperti ayahnya dulu.

Jadi, sekarang kamu akan pergi lagi? Kalau boleh tau sebenarnya selama ini kamu pergi kemana? Tidak perlu kamu jawab jika kamu pergi bergantian dengan mantan-mantan mu dulu!

Tidak apa-apa. Pergi saja. Apakah kamu lupa apa tujuan utama kita dulu berdoa untuk anak laki-laki? Bukannya anak laki-laki itu untuk menemani, untuk menjaga. Tenanglah, sudah sejak dari dalam kandungan dulu ia sudah menjaga ku. Apalagi ketika ia sudah lahir, pasti akan lebih ekstra untuk menjaga ku.

Percayalah, ketika aku sedang sendiri dalam sepi, anak kita datang ke teras belakang rumah kita, ia menari dengan teman-temannya yang lain. Oh iya, ia juga mengikuti sifatmu yang mudah bergaul. Anak kita lucu sekali. Ketika ia sudah cukup lelah ia akan menetes perlahan di kulitku, katanya ia ingin segera tidur, ia sudah sangat lelah. Ingat-ingatlah, ketika anak kita akan bangun ia ditemani dengan angin kencang dan langit gelap dan ketika mau tidur kembali ditutup dengan pelangi.

Percayalah, titipkan aku kepada anak laki-laki kita yang jantan itu. Karena selama ini anak laki-laki kita yang tampaknya hujan itu belum pernah menyakiti ku, belum pernah meninggalkan ku sendiri, selalu membuat aku nyaman, selalu menunggu ku datang ke teras belakang.

Kalau begitu terserah kamu mau mengakui atau tidak bahwa ini anak tunggal laki-laki kita, maksudku anak tunggal laki-laki ku, karena mungkin ini anak laki-laki bungsu mu sebagai anak terkecil yang baru saja lahir dibanding kakak-kakak tirinya dari ibu yang lain.

Tetapi yakinlah, hujan adalah tau terimakasih. Mungkin suatu saat hujan akan balas dendam kepadamu yang sudah menyakitiku sebagai ibunya ini, yang menyayanginya mencintainya selama ini.

Perkenalkan ini Hujan anak tunggal laki-laki ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar