Senin, 24 Januari 2011

#PelajaranHujan #4 Aku Sudah Setia Seperti Pelangi


Awalnya aku sungguh putus asa. Aku fikir akulah orang paling sia-sia. Sesaat aku memutar lagu lagu yang dulu sempat hits sebagai soundtrack hidupku, seperti Lirih-Chrisye, Laguku-Ungu, dan hei Desember-Efek Rumah Kaca.

Aku mulai terbuai, aku putar berulang kali lagu Desember itu. Aku sangat hafal potongan liriknya yang ini
''...seperti pelangi setia menunggu hujan reda...''

Benar, betapa setianya pelangi. Dari dulu apakah kamu belum juga sadar bahwa aku ini seperti pelangi? Walaupun tidak secantik pelangi. Tetapi aku cukup setia, aku setia seperti pelangi.
Aku setia sms kamu setiap malam seperti 'Besok ada tugas apa?' 'Besok ada PR?' yang sebenarnya alibi belaka dan parahnya kamu tidak pernah membalas yang seringkali aku tunggu sampai pagi.
Aku setia membawakan kamu sebotol air mineral yang sama sekali kamu tidak pernah minta.
Aku setia menasihatimu yang akhirnya tidak pernah kamu pedulikan semuanya.
Aku setia mengingatkan kamu agar tidak memilih tempat duduk dipojok kelas di bawah kipas angin karena itu hanya akan membuatmu mengantuk dan malas untuk mengikuti pelajaran tapi kamu justru sering sekali tertidur di dalam kelas.
Aku juga masih setia kepadamu yang bukan siapa-siapa ku ini.

Pelangi, malang sekali nasib kita. Sepertinya, kesetiaan mu juga tidak bermanfaat seperti kesetiaan ku. Terkadang kamu harus menunggu kemarau panjang demi hujan, demi hujan yang hanya dapat membuat mu ada, tapi apa? Seringkali semua itu sia-sia, seringkali matahari tidak berpihak kepada semuanya, kepada sebuah kesetiaan, penantian, harapan, semuanya!!! Matahari terkadang terlalu pelit untuk sekedar membagi cahayanya agar warna-warni pelangi dapat terpancar indah, paling tidak sebagai upah atas kesetiaan pelangi selama ini.

Iya aku tau, kesetiaan kita memang tidak butuh upah. Baiklah, apa salahnya jika aku dan pelangi sama-sama berharap kesetiaan ini tidak sia-sia dan kesetiaan ini dapat terbalaskan. Tidak salah bukan?

Pelangi, aku sudah tidak merasa sia-sia, aku harap kamu juga. Walaupun terkadang semuanya menjadi sia-sia.
Pelangi, aku akan berjanji bahwa aku akan tetap setia kepadanya, seperti pelangi yang setia menunggu hujan reda.

Pelangi, aku berjanji. Aku akan setia kepada kesabaran yang setia untuk hal yang sia-sia ini. Aku berjanji, kamu mau berjanji juga kepadaku kan, pelangi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar