Minggu, 23 Januari 2011

#PelajaranHujan #3 Pemaaflah Seperti Pelangi


Jujur, seumur hidup aku belum pernah melihat pelangi secara langsung dengan mata kepalaku sendiri. Katanya, pelangi itu jembatan dewi-dewi yang turun dari khayangan untuk mandi. Katanya, kalau kau bisa sampai di ujung pelangi kau akan menemukan cinta sejati mu. Katanya, pelangi itu jendela surga. Katanya.... Ah semua itu mitos belaka.

Yang aku tau tentang pelangi. Pelangi itu cantik, warna-warni, apalagi yang ungu. Pelangi hanya akan keluar setelah hujan! Itu saja yang aku tau.

Betapa malangnya jadi pelangi. Pelangi harus bersusah payah untuk sekedar muncul di langit, untuk sekedar menghibur anak-anak, untuk sekedar menenangkan hati yang pilu.

Aku yakin, pelangi itu pemaaf. Pelangi tidak pernah dendam terhadap petir yang terkadang menghalangi jalannya untuk muncul. Petir yang menyakitinya berkali-kali. Petir yang tidak akan pernah butuh keberadaannya. Ah seandainya petir tau, pelangi membawa sejuta warna indah untuk petir yang mengerikan itu.
Oh iya, bukannya petir tidak pernah sadar? Tidak tau terimakasih? Petir egois bukan???

Ya seperti itu lah petir.
Tapi apa? Jauh di sana pelangi terus mencintainya. Terus berharap, petir dapat muncul setelah hujan untuk menemani pelangi. Pelangi bahkan tidak peduli jikalau anak-anak kecil nanti akan takut, jikalau hati mereka nanti akan menjadi pilu kembali, asalkan pelangi dapat memamerkan kepada dunia bahwa memang petir pantas untuk dia.

Sepertinya pelangi bermimpi lagi. Tidak apalah. Biarkan dia bermimpi, bukannya cinta itu cinta? Seburuk apapun akan selalu termaafkan.

Sore ini, aku terkejut, petir yang datang di daun jendela kamarku tanpa suara itu, mengatakan

''Sampaikan banyak terimakasih ku kepada hujan yang sudah membuat pelangi ada. Sampaikan juga maaf ku kepada pelangi''

Kali ini petir pergi juga tanpa suara, di sambut datangnya pelangi tanpa hujan memulainya, kali ini juga aku melihat pelangi, pelangi di mata mu , di mata mu yang duduk di samping ku untuk meminta maaf ke padaku. Iya, aku telah memaafkan sebelum kau membuat kesalahan. Benar bukan, pemaaflah seperti pelangi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar