Sabtu, 22 Januari 2011

#PelajaranHujan #2 Di Dunia Ini Tidak Ada Yang Sendiri


Aku pernah dengar pertanyaan tidak bermutu sepeti ini
''Kenapa orang takut hujan? Soalnya hujan datangnya keroyokan''

Percaya tidak percaya, itu sebuah pertanyaan tidak bermutu dari Havid, ketua kelas ku yang rajin dan bertanggung jawab, calon BAPEPAM itu (amin).

Pagi buta ini hujan sudah mengetuk jendela kamarku. Tenanglah, segera aku akan bukakan, kasihan sekali kalau hujan harus merembes lewat dinding ataupun genteng.

Terasa sudah sejuknya dari dalam selimutku. Ah hujan, aku jadi malas untuk sekolah.

Membuat kopi lalu berjalan ke teras belakang. Aku duduk di sana. Mata masih sipit, seperti ada mentega nya. Aku juga belum gosok gigi, apalagi mandi.

Di teras belakang semuanya basah. Ini pemandangan yang indah.
Aku lihat ke arah depan. Ribuan lampu di sana. Sepertinya ini benar-benar pagi buta. Adzan Subuh pun belum terdengar. Dingin, sejuk, hujan, kopi panas. Aku suka semua itu.

Biasanya aku takut sendiri. Apalagi gelap seperti ini. Tidak tau kenapa pagi ini seperti ada bisikkan dari mulut-mulut mungil yang meyakinkan ku agar aku tidak takut sendiri. Seperti embun di kaca membentuk tanda panah agar aku mengikutinya dan keluar ke teras belakang. Seperti di luar ada aroma khas yang membuatku terpesona.

Di sana aku menemui semacam drama. Drama musikal lebih tepatnya. Hujan dengan mulut mungilnya, dengan embunnya, dengan aroma khasnya, menari. Menari dengan tungkai kaki jenjangnya, menghentakkannya ke tanah, tanpa sepatu, mulut mungilnya mengeluarkan harmoni 'tik tik tik', jari lentiknya saling bergenggam, seakan takut lepas dari yang lain. Pagi itu aku lihat semua hujan bentuknya sama, mereka kompak. Ketika harus jatuh bersama, hujan saling melengkapi satu dengan yang lain. Yang jatuh dengan deras, akan mengisi hujan lain yang jatuhnya jarang. Indah, lihatlah, bayangkanlah!

Sekarang, aku sudah tidak takut sendiri lagi. Seburuk apapun aku, aku yakin di sana ada yang mau menerima kekurangan ku. Ada yang mau melengkapi aku. Bukannya sela-sala jari ditangan ini dibuat untuk tempat jari-jari lain dari pasangan?

Sekarang aku sudah tidak takut sendiri lagi. Pagi buta ini hujan memberiku rahasia dari kesejukkan, bahwa di dunia ini tidak ada yang sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar