Senin, 31 Januari 2011

Cermin


Dasar cermin sialan! Kan aku sudah pernah bilang, ketika nanti aku bercermin jangan tunjukkan rupa asliku.

Cermin, apa kamu benar-benar tidak bisa membuatku tidak seperti ini? Atau kamu sengaja mempermalukan aku di depan dia?
Hilangkan atau paling tidak minimalkan lemak yang mengukir di setiap sudut tubuhku, lemak-lemak itu hanya akan membuatnya risih. Aku tidak mau dia kecewa dengan segala ketidak sempurnaan yang aku miliki. Aku ingin membuat dia bangga waktu kami sedang berjalan-jalan. Aku ingin dia memamerkan ku kepada semua temannya, keluarganya, kepada dunia.

Tapi apa? Apa kamu tidak sadar? Kamu membuat semua khayalan ku pecah, Cermin.

Seharusnya, waktu itu, aku tidak bercermin kalau pada akhirnya membuat ku malu dan tidak percaya diri seperti ini. Aku hanya tidak ingin di ingatkan kalau aku itu sangat memalukan, aku tidak suka itu, dan ketika aku bercermin seolah cermin mengingatkan dan membuktikan bahwa aku ini benar-benar seperti itu.

Benar juga kata orang ''Mirror Never Lies'' tapi Cermin, boleh satu kali ini, kali pertama aku berkencan dengannya, aku ingin bercermin, tunjukanlah aku yang bukan aku, berbohonglah satu kali saja, agar aku percaya bahwa aku punya yang gadis-gadis lain punya. Ya, semacam tubuh yang indah.

Kalau Cermin memang tidak bisa ya sudah, maaf, akan aku pecahkan, akan aku buang di selokan di samping kamarku, seperti aku membuangnya jauh-jauh, membuang dia yang hanya menilai wanita secara fisik.

Ya memang lebih baik seperti itu kan? Aku tidak bercermin, aku tidak malu terhadap diriku sendiri, aku tidak mengumpat cermin, aku tidak mulai berkhayal, dan sepertinya aku tidak jadi berkencan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar