Senin, 31 Januari 2011

08:08 (H)




Sudah sejak lama aku jatuh cinta dengan detik. Aku rela untuk tidak tidur hingga malam, hingga rumah ku sunyi senyap, hingga aku bisa berkencan berdua dengan suara detik, tik tik tik, damai sekali rasanya.


Aku suka suara detik berjalan. Tapi aku benci kalau waktu harus berjalan. Bukannya detik itu bagian dari waktu? Apapun itu aku benci sekali bertemu pagi. Aku benci harus berkejaran dengan waktu, sudah tau aku tidak bisa lari. Waktu hanya membuat semuanya terlalu buru-buru. Jangan berlebihan, tolong.

Tapi belakangan ini aku sering memperhatikan waktu, dari jam menit hingga detik.
Aku hanya tidak ingin melewatkan 'stupid freak timing syndrom of teenagers'. Aku hanya tidak ingin melewatkan 08:08, ketika aku melihatnya inisial 'H' sedang merindukan ku, atau 14:14 'N' atau yang lainnya, urutkan saja untuk mencari inisialnya.

Kata mereka juga, harus melihatnya secara tidak sengaja, jangan di buat-buat, jangan di pas-paskan. Untuk kali ini aku ingin sedikit bermain, sedikit berbohong, sedikit membuat diriku tenang, aku ingin menunggu melihat handphone ku terus menerus agar aku dapat melihat tepat pukul 08:08.

Apapun itu, syndrom itu hanya permainan belaka, tetapi apa salahnya di coba, bukannya setiap permainan ada pemenangnya, setiap pemenang akan mendapat hadiah, dan jika aku menang hadiahnya sudah pasti kamu.
Sampai bertemu di pagi selanjutnya, aku tunggu pukul 08:08 ah apakah kamu juga suka menunggu untuk melihat tepat pukul 16:16 P seperti inisial namaku yang selalu merindukan mu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar